Cerita Pendek
Cintaku
Kepentok Si Gendut
Oleh Faiz Tamami
Ini
adalah minggu-minggu terakhir aku masuk sekolah,aku adalah siswa kelas X yang
baru naik ke kelas XI, berhubung aku adalah anggota OSIS disekolahku ketika
teman-temanku asyik menikmati jam-jam kosong dan santai pasca ujian akhir
semester, aku disibukkan dengan rapat-rapat untuk kegiatan orientasi siswa
disekolahku yang akan dilaksanakan beberapa hari sebelum masuk sekolah. Tetapi,
walaupun banyak rapat yang aku lakukan walaupun lelah sering aku rasakan, namun
semuanya terbayar dengan seorang perempuan yang ketika aku memandang wajahnya
ia juga membalas memandang dengan memberikan senyuman yang amat manis yang
membuat aku merasakan sesuatu yang berbeda kepadanya, ia bernama Mawar.
Ia anggota OSIS juga,
namun ia adalah kakak kelasku satu tahun lebih tua daripadaku. Aku sering
bercanda-bercanda dengannya bahkan ketika rapat berlangsung aku pun mengajaknya
bercanda,sampai kami sering ditegur oleh anggota-anggota rapat yan lain, aku
berani mengajaknya bercanda karena menurutku ia orang yang asik untuk diajak
bercanda, tidak mudah sakit hati dengan candaan-candaan konyolku, selain itu ia
juga orang yang baik, sopan,cantik, serta berprestasi di kelasnya. Jangankan
laki-laki, teman-teman perempuan dikelasku pun tidak bosan memandangi wajahnya,
itu karena wajahnya mirip seorang artis terkenal di Indonesia.
Kegiatan orientasi
siswa pun sudah terlaksana selama tiga hari, namun candaan-candaanku dan Mawar
tidak berhenti sampai di kegiatan orientasi tersebut, melainkan berlanjut lewat
chattingan-chattingan di BBM dan Whatsapp. Awalnya aku ragu kepadanya, Aku takut
jika memperhatikannya lebih nanti ia tidak meresponnya, namun belum sempat aku
memberi perhatian melalui obrolan-obrolan di BBM, ia memulai memberikan
perhatian kepadaku terlebih dahulu, ucapan-ucapan selamat pagi dan selamat
malam, dengan mengingatkan makan, dan mengingatkan shalat, sampai-sampai
mengalahkan alarm di hpku dan itu membuatku semakin yakin untuk lebih
mendekatinya.
Suatu malam ketika
malam minggu aku mencoba memberanikan diri untuk mengajaknya jalan berdua,
dengan ajakan-ajakan yang berisi candaan dan dengan isyarat-isyarat yang ia
berikan kepadaku.
“bête nih malem minggu” Katanya.
“Iya sama, malem minggu enaknya ngapain ya?” tanyAku.
“keliling Jakarta enak kayaknya hehe” jawabnya.
“yuk, lo jalan kaki gua naik motor ya? Hehe” Aku mulai bercanda.
“yee ogah gue, capek gila haha” jawabnya.
“okedeh gua jemput lo ya nanti jam 7 malem”.Aku memberinya tawaran.
“oke siap, gua tunggu ya” responnya.
“bête nih malem minggu” Katanya.
“Iya sama, malem minggu enaknya ngapain ya?” tanyAku.
“keliling Jakarta enak kayaknya hehe” jawabnya.
“yuk, lo jalan kaki gua naik motor ya? Hehe” Aku mulai bercanda.
“yee ogah gue, capek gila haha” jawabnya.
“okedeh gua jemput lo ya nanti jam 7 malem”.Aku memberinya tawaran.
“oke siap, gua tunggu ya” responnya.
Dan kami pun akhirnya
pergi berdua entah kemana, sambil mengobrol apa saja di jalan, dan pada
akhirnya kami pun kesasar, itu adalah perjalanan kami pertama yang berakhir
dengan kesasar. Aku sangat malu kepadanya dan kebingungan untuk mencari jalan
pulang, namun dia malah tertawa gembira dengan keadaan kami yang kesasar, aneh
memang anak ini.
Selama kurang lebih 4
bulan aku dekat dengannya, Aku juga sering pergi ngedate berdua dengannya,hanya
sekedar berkeliling-keliling menggunakan sepeda motor saja, dan makan malam
berdua, tidak lebih, dan selama dekat dengannya pula aku semakin bersemangat
dalam melakukan apapun baik dalam berorganisasi, belajar, dan lain-lain yang
bersifat positif. Kami pun tidak pernah berhenti saling mensupport, Aku pun
merasa banyak hal yang berubah pada diriku selama dekat dengannya,
sampai-sampai aku mendapatkan peringkat pertama dikelas, mungkin karena
supportnya yang berhasil mengubahku, entahlah atau mungkin itu hanya hal-hal
yang ku sambung-sambungkan saja, pasti juga karena doa orang tuaku aku menjadi
seperti itu.
Saat hari ulang
tahunnya aku memberikan sebuah kado untuknya dan aku juga memberanikan diri
untuk mengungkapkan apa yang aku rasakan kepadanya, hanya mengungkapkan tidak
mengharapkan balasan atau apapun darinya. Aku terus terang tentang semuanya,
namun ya memang aku mengatakan bukan pada waktu yang tepat, sehingga ia juga
mungkin ragu-ragu untuk berbicara kepadaku, dan akhirnya aku hanya berbicara
kepadanya tanpa mendapat sepatah kata pun darinya, ia hanya menjawab dengan
gerakan-gerakan badan seperti orang salah tingkah, tidak apa memang aku tidak mengharapkan
apapun darinya.
Tidak lama setelah
ulang tahunnya, ia member kabar kepadaku bahwa ibunya telah meninggal dunia,
ketika di sekolah aku pun merasa sedih melihat wajahnya yang sedang meneteskan
air mata, namun ketika ia menyadari bahwa aku sedang memandanginya ia
memberikan senyuman kepadaku, senyuman itu membuatku semakin tidak tega
kepadanya. Aku selalu memberikan semangat kepadanya, member nasihat-nasihat
agar tetap kuat dan sabar dengan semuanya.
Setelah ibunya
meninggal, aku mulai kehilangan kabar darinya, dia jarang sekali mengabariku,
jarang sekali membalas obrolan-obrolan BBM ku, dengan alasan ia sedang membantu
orang dirumah untuk pengajian 7 hari meninggalnya ibunya itu, Aku pun menerima
alasan itu. Namun setelah 7 hari lebih ia tetap jarang membalas pesan-pesanku
dan tidak mengabariku, aku merasa ada yang berubah darinya. aku mulai berfikir,
apa salahku kepadanya, entahlah aku tidak mengerti atau mungkin ia mencoba
menjauh dariku, atau apalah.
Selama dua minggu aku
tidak lagi mendapatkan kabarnya, banyak teman-temanku yang berbicara dan banyak
gosip-gosip bahwa Mawar telah memiliki seorang pacar baru, namun aku tidak percaya
itu. Suatu ketika aku pulang dari sekolah, aku melihat seorang berbadan gendut
dengan motor besar dan berkepala botak seperti sedang menunggu seseorang di
depan gang dekat sekolahku. Dan seorang teman mengatakan padaku bahwa orang
tersebut adalah pacar barunya Mawar, aku tetap tidak percaya.
Akhirnya aku sengaja
untuk pulang melewati jalan yang Mawar lalui saat pulang sekolah, dan ternyata
benar pria yang berbadan gendut dekat sekolah tadi adalah pacar barunya Mawar,
ia mengantar Mawar sampai kerumahnya, ternyata aku sudah mendapatkan jawabannya
sekarang mengapa Mawar tidak lagi membalas pesan dan tidak memberi kabar kepadaku.
Ternyata cintaku terhenti oleh pria gendut berkepala botak itu.
SELESAI.

Komentar
Posting Komentar