Teori Frank Jefkins kaitannya dengan siaran pers Berani Festival 2019


  •        Teori Citra (Image Theory) Frank Jefkins

Menurut Frank Jefkins dalam buku Public Relations , definisi citra dalam konteks humas citra diartikan sebagai "kesan, gambaran, atau impresi yang tepat (sesuai dengan kenyataan) atas sosok keberadaan berbagai kebijakan personil personil atau jasa-jasa dari suatu organisasi atau perusaahaan.”[1]
Jefkins (2002) menyebutkan beberapa jenis citra (image). Berikut ini lima jenis citra yang dikemukakan, yakni:

1. Mirror Image (Citra Bayangan). Citra ini melekat pada orang dalam atau anggota-anggota organisasi – biasanya adalah pemimpinnya – mengenai anggapan pihak luar tentang organisasinya. Dalam kalimat lain, citra bayangan adalah citra yang dianut oleh orang dalam mengenai pandangan luar, terhadap organisasinya.

2. Current Image (Citra yang Berlaku). Citra yang berlaku adalah suatu citra atau pandangan yang dianut oleh pihak-pihak luar mengenai suatu organisasi. Citra ini sepenuhnya ditentukan oleh banyak-sedikitnya informasi yang dimiliki oleh mereka yang mempercayainya.

3. Multiple Image (Citra Majemuk). Yaitu adanya image yang bermacam-macam dari publiknya terhadap organisasi tertentu yang ditimbulkan oleh mereka yang mewakili organisasi kita dengan tingkah laku yang berbeda-beda atau tidak seirama dengan tujuan atau asas organisasi kita.

4. Corporate Image (Citra Perusahaan). Apa yang dimaksud dengan citra perusahaan adalah citra dari suatu organisasi secara keseluruhan, jadi bukan sekedar citra atas produk dan pelayanannya.

5. Wish Image (Citra Yang Diharapkan). Citra harapan adalah suatu citra yang diinginkan oleh pihak manajemen atau suatu organisasi. Citra yang diharapkan biasanya dirumuskan dan diterapkan untuk sesuatu yang relatif baru, ketika khalayak belum memiliki informasi yang memadai mengenainya.


Siaran pers diatas cocok jika menggunakan teori Frank Jefkins, lebih tepatnya yaitu jenis yang kelima yaitu Wish Image (Citra yang diharapkan), yaitu karena antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap dunia kuliner telah berdampak dengan semaraknya festival kuliner baru yang bermunculan di Indonesia. Sehingga pihak Pedas Mantap mengadakan festival bertajuk Berani Festival 2019. Dengan inisiasi membawa experience konten kuliner online ke dalam wadah offline untuk menyatukan para food lovers.

Inisiasi ini diusung karena sedang trend-nya kuliner-kuliner dengan rasa yang pedas, maraknya vlog-vlog dari youtubers yang mereview makanan-makanan pedas, challenge-challenge dengan makanan-makanan yang super pedas dan lain-lain. Sehingga Pedas Mantap yang pada kegiatan ini juga selaku Official Enjoy Partner mengenalkan produknya dengan menunjukkan hal yang berbeda, dengan ciri khas tersendiri yang dimilki oleh Pedas Mantap yaitu dengan cabai dan bahan alami yang berkualitas tinggi, diharapkan memiliki ciri khas yang berbeda dalam melengkapi resep masakan dengan cita rasa yang tak terlupakan.



[1] Frank Jefkins, Public Relations. (Edisi keempat. Penerbit Erlangga. 2002)

Komentar

Postingan Populer